May 13, 2013

Adab Mencari Rezeki

Dan seorang muslim dalam mencari rezeki hendaknya mengikuti adab-adab berikut :

Adab Mencari Rezeki

A. Tujuan kita bekerja adalah untuk menopang ibadah kita.

Allah ta’ala tidaklah menciptakan kita kecuali untuk beribadah kepadaNya, Allah beriman :

(وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْأِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ) (الذريات:56)

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”

Dan tidaklah Allah menciptakan alam semesta dan seiisinya kecuali supaya menjadi pendukung kita beribadah untuk mencari kebahagiaan di akhirat. Allah berfirman:

(وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا )(القصص: من الآية77)

“Dan carilah negeri akhirat di dalam apa-apa yang Allah berikan kepadamu, dan janganlah engkau lupakan bagianmu di dunia.”

Oleh karena hendaklah kita camkan bahwa niat kita berusaha dan bekerja adalah untuk mendukung ibadah kita kepada Allah. Kita bekerja untuk mendapatkan uang , untuk menutupi aurat kita, bisa kuat beribadah shalat, haji, shadaqah, untuk silaturrahmi ke rumah saudara, membiayai anak yatim, menjaga diri dari meminta-minta dll.
Yang sangat disayangkan adalah menjadikan uang menjadi seakan-akan tujuan kita diciptakan, dan melupakan ibadah.

B. Mencari rezeki yang halal

Rezeki yang haram merupakan sebab seseorang terjerumus ke dalam neraka, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

كل جسد نبت من سحت فالنار أولى به

“Setiap jasad yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih pantas untuknya.” (HR. Ath-Thabrany, dan dishahihkan Al-Albany dalam Shahihul Jami 4519)

Adab Mencari Rezeki

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda sebagaimana dalam hadist Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa rezeki yang haram adalah diantara sebab tidak dikabulkannya doa. Siapa yang akan mengabulkan doa selain Allah?

C. Tidak bertawakkal kepada sebab tersebut.

Mengambil sebab adalah disyari’atkan, akan tetapi bertawakkal dan berserah diri kepada sebab dan menganggap bahwa sebab tersebut yang dengan sendirinya memberi manfaat maka ini adalah kesyirikan. Yang seharusnya adalah mengambil sebab dan tetap bertawakkal kepada Allah yang telah menciptakan sebab tersebut. Kalau Allah menghendaki maka kita akan diberi rezeki dengan sebab tersebut, dan kalau Allah menghendaki maka kita tidak diberi rezeki dengan sebab tersebut.

Dalam dzikir setelah shalat disebutkan:

لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير اللهم لا مانع لما أعطيت ولا معطي لما منعت ولا ينفع ذا الجد منك الجد

“Ya Allah tidak ada yang memberi apa yang Engkau tahan, dan tidak ada yang menahan apa yang Engkau beri” (HR. Al-Bukhary dan Muslim dari Al-Mughirah bin Syu’bah)

D. Merasa cukup dengan pemberian Allah (Qanaah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ليس الغنى عن كثرة العرض ولكن الغنى غنى النفس

Adab Mencari Rezeki“Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya perhiasan dunia, akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan jiwa (merasa cukup dan kaya dengan pemberian Allah)”( HR. Al-Bukhary dan Muslim dari Abu Hurairah)

Orang yang tidak memiliki rasa qanaah maka hidupnya akan senantiasa dirundung rasa tamak dan kurang terus meskipun dia sudah memiliki banyak harta. Tidak pernah merasa puas dan cukup dengan harta yang Allah berikan. Dia tidak akan sadar sampai ajal menjemputnya.

E. Berdoa

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setiap selesai salam dari shalat subuh beliau mengatakan:

اللهم إني اسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا

“Ya Allah aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, dan rezeki yang baik, dan amal shaleh yang diterima.” (HR. Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany )

Dan dalam doa keluar masjid:

اللهم إني أسألك من فضلك

“Ya Allah aku memohon diantara rezekiMu.” (HR. Muslim)

Sebagian ulama mengatakan: Kita mengucapkan doa ini karena ketika kita keluar masjid maka kita akan disibukkan dengan mencari rezeki.

F. Jangan sampai kesibukkan kita dalam mencari rezeki melalaikan kita dari menuntut ilmu, beribadah , dan berdakwah.

Mencari rezeki dan menuntut ilmu bukanlah 2 hal yang bertentangan bagi siapa yang diberi taufiq oleh Allah dan memiliki kesungguhan. Dari Umar bin Khaththab beliau berkata:

عن عمر قال : كنت أنا وجار لي من الأنصار في بني أمية بن زيد وهي من عوالي المدينة وكنا نتناوب النزول على رسول الله صلى الله عليه و سلم ينزل يوما وأنزل يوما فإذا نزلت جئته بخبر ذلك اليوم من الوحي وغيره وإذا نزل فعل مثل ذلك

“Dulu aku dan tetanggaku dari kaum Anshar tinggal di qabilah Umayyah bin Zaid di Awali Al-Madinah, kami bergantian pergi ke tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, hari ini aku yang pergi,kemudian besok dia yang pergi. Kalau aku yang pergi maka aku akan kembali kepadanya dengan membawa kabar hari itu baik wahyu maupun yang lain, dan kalau dia yang pergi maka juga melakukan yang demikian.” (HR. Al-Bukhary)

Namun ini semua tidak bisa dilakukan kecuali seseorang memiliki qanaah, kalau tidak maka akan terbengkalai ilmu, ibadah, dan dakwahnya.

Wallahu a’lam.

Ustadz Abdullah Roy, MA


Sumber :
http://www.facebook.com/bisnis.dari.rumah/posts/10151543571781543

0 Komentar:

Post a Comment

 

Site Info

Blog ini berisi tentang motivasi, pengembangan diri, pernikahan, sosok inspirasi, ekonomi, tips, kesehatan, dan pariwisata. Terinspirasi dari tokoh-tokoh yang memiliki tinta emas dalam perjuangannya mengarungi hidup. Semoga ALLAH SWT memberikan kita petunjuk menjadi yang lebih baik, bermanfaat dan berguna bagi masyarakat sehingga hidup kita menjadi berkah.

Iklan

MOTIVASI HIDUP BERKAH Copyright © 2009-2013. Free Template by MasnaTheme.Com.
Designed by Bie Blogger Template